Cara Mencegah Orang Lain Memasukkan Kita di Grup Facebook

Groupies. Munculnya Facebook dengan segala fitur kerennya, mulai dari status update, posting foto, tag foto dan mention orang di status, hingga mengikuti event/polling tertentu tak ayal membuat media sosial milik Mark Zuckerberg ini membentuk sebuah budaya baru di tengah masyarakat kita. Budaya nge-grup atau groupies. Kemana-mana selalu foto barengan, lalu di-upload. Kalau ada teman se-grup yang tak bisa pergi bareng, pasti deh di-tag juga fotonya ke akun dia. Seru banget, kan?

Belum lagi kalau ada yang sering membicarakan hal yang sama di status update-nya. Misalnya, si A suka drama Korea. Selalu bahas soal drama Korea terbaru. Terus si B yang juga suka drama Korea ikut nimbrung di status-status A yang berbau drama Korea. Jadilah keduanya merasa sehati dan kompak. Akhirnya mereka bikin grup bareng deh. Habis itu, mereka akan mengajak teman-teman satu lingkaran pertemanan Facebook untuk ikut dalam grupnya.

Kalau misalnya, dalam rangka mengajak ikut grup bersama, dia bertanya terlebih dahulu pada kita apakah kita berkenan atau tidak untuk ikut masuk sih oke. Dia masih dinilai ada sopan santunnya. Meski di dunia maya sekalipun. Tapi, yang sering terjadi adalah banyak orang tidak pakai basa-basi/bertanya , lalu memasukkan kita ke grup tertentu.

Nah, artikel saya kali ini akan membahas seputar bagaimana caranya supaya akun-akun tertentu tidak bisa memasukkan kita ke grup sembarangan. Dan juga bagaimana jika sudah terlanjur dimasukkan. Saya pun sudah membaginya ke dalam 4 part.

  1. Apa Sih Fungsi Grup Facebook?
  2. Mengapa Akun Lain Memasukkan Kita ke Grup Facebook Tertentu?
  3. Cara Mencegah Orang Memasukkan Kita ke Grup Facebook
  4. Bagaimana Jika Sudah Terlanjur Dimasukkan Ke Grup Itu?

Apa Sih Fungsi Grup Facebook?

Group Facebook adalah tempat yang disediakan untuk mereka yang ingin berkumpul dalam suatu komunitas yang sama. Alasan mereka berkumpul di grup tertentu biasanya karena adanya kesamaan minat, hobi, atau karakter.

Topik-topik pembicaraan dalam grup idealnya adalah sesuatu yang sesuai dengan judul grup itu sendiri. Namun, seiring berjalannya waktu, banyak yang menggunakan grup sebagai tempat untuk berjualan atau promosi hal-hal yang tidak ada kaitannya dengan topik bahasan dalam grup itu sendiri.

Orang sering salah kira tentang Grup Facebook ini. Seringkali Grup disamakan dengan Fanpage. Karena keduanya sama-sama punya wall, discussion board atau papan diskusi, dan ada foto juga videonya.

Yang pasti, karakteristik utama Grup Facebook selain fitur-fitur di atas adalah adanya:

  • Admin grup yang terlihat/nyata/asli akunnya.
  • Kalau kamu sudah bergabung di Grup Facebook tertentu, berarti kamu bisa disebut sebagai ‘member’.
  • Grup Facebook tidak bisa dipromosikan melalui Facebook ads.
  • Grup Facebook memiliki ‘posted items’ dimana setiap membernya bisa memposting sesuatu yang berhubungan dengan grup di sana.
  • Traffic groups tidak bisa diawasi dalam Grup Facebook ini.

Mengapa Akun Lain Menyeret Kita Ke Grup Facebook Tertentu?

Biasanya, sebuah akun Facebook ‘menyeret’ kita tanpa izin terlebih dahulu ke Grup Facebook tertentu untu beberapa alasan seperti:

  • Menganggap kita akan suka dengan grup tersebut karena melihat dari status update
  • Menganggap sudah kenal dekat sekali setelah sekian lama pertemanan, baik sudah bertemu langsung atau belum, jadi bisa seenaknya saja memasukkan kita ke grup tersebut.
  • Supaya bisa lebih dekat dengan kita. Meskipun disadari atau tidak, ia telah kehilangan etika bermedsos ketika berhasil memasukkan kita tanpa izin terlebih dahulu.
  • Menyebarkan malware auto invite group. Jadi, kamu akan secara otomatis masuk ke dalam grup tersebut. Bisa jadi karena akun teman kamu itu sudah kena virus dari luar tersebut terlebih dahulu.
  • Karena akun tersebut telah dikuasai oleh orang yang tak bertanggungjawab. Sementara, pemilik aslinya tidak tahu sama sekali.

Cara Mencegah Orang Memasukkan Kita Ke Grup Facebook

Ada sejumlah cara yang bisa kamu tempuh untuk mencegah dimasukkan ke Grup tertentu oleh akun lain, diantaranya:

  1. Buat pengumuman di status update bahwa kamu tidak suka jika ada yang menambahkan kamu ke grup Facebook tertentu tanpa izin. Gunakan bahasa senyaman mungkin untuk dibaca. Kalau perlu kamu utarakan alasan mengapa kamu tidak berkenan.
  2. Menghapus pertemanan dengan orang yang kerap memasukkan kita ke grup tertentu. Hal ini terkesan kejam. Tapi, menurut hemat saya, ini jadi semacam peringatan atas tindakan orang itu yang sudah sangat mengganggu.
  3. Mengganti password atau kata sandi akun Facebook kita setidaknya setiap 3 atau 6 bulan sekali. Dengan begitu, akun yang berniat buruk tersebut bisa berhasil digagalkan lebih awal. Pastikan email yang digunakan masih aktif dan terbebas dari serangan virus ya.
  4. Memeriksa komputer atau laptop kita jangan-jangan ada sesuatu dari internet yang menyusup masuk sehingga membuat akun Facebook kita bisa di-

Bagaimana Jika Sudah Terlanjur Dimasukkan Ke Grup Itu?

Jika sudah terlanjur dimasukkan ke dalam grup tertentu, kamu bisa langsung menempuh cara berikut ini:

  1. Login ke Facebook.
  2. Cari tanda strip 3 di pojok kanan atas.
  3. Temukan GROUP saat scroll ke bawah.
  4. Masuk ke grup Facebook yang tidak ingin kamu ikuti.
  5. Dalam grup tersebut cari tanda panah ke bawah atau Klik. Kemudian akan muncul tampilan seperti di bawah ini. Kamu bisa langsung pilih LEAVE GROUP untuk segera meninggalkan grup tersebut.
  6. Jika kamu ingin mencegah orang lain untuk mengundang kamu kembali ke grup itu, kamu bisa pilih MORE OPTIONS.
  7. Tampilan yang keluar selanjutnya adalah seperti di bawah ini. Dengan meng-klik LEAVE GROUP PERMANENTLY, selanjutnya orang lain tidak bisa lagi memasukkan atau mengundang kamu masuk ke grup tersebut.

Bagaimana, mudah bukan caranya? Kamu bisa langsung praktekkan cara di atas saat ini juga. Demi kenyamanan kamu dalam ber-Facebook ria. Jika kamu merasa artikel ini bermanfaat, jangan lupa untuk share ke sejumlah media sosial kamu ya…terima kasih. Salam.

ulfah

ulfah

penulis artikel online, penulis buku-buku non fiksi, penulis novel, penulis skenario, guru ekskul menulis, penulis status media sosial dan anak rumah tangga wkwkwkhidup freelance writer!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *