Cara Aman Bertransaksi Melalui Marketplace Facebook

E-commerce atau transaksi ekonomi online/ perdagangan elektronik sudah menjadi bagian dari diri kita sejak lama. Sekitar tahun 90-an. Jauh sebelum ada aneka macam marketplace dan media sosial seperti Facebook. Perdagangan elektronik mencakup transaksi jual beli barang dan jasa melalui internet, televisi, dan jaringan komputer lainnya.

Tujuan utama dari transaksi e-commerce adalah mempermudah komunikasi antar penjual pembeli, mempermudah pemasaran, memperluas jangkauan perdagangan, mempermudah pembayaran karena bisa dilakukan secara online, praktis, hemat waktu, menghemat biaya, dan memberikan informasi detil seputar produk dengan lebih cepat.

Dengan segala kemudahan dan keuntungan yang bisa dijangkau tersebut, tidak heran jika pelaku e-commerce semakin menjamur. Diiringi dengan pesatnya perkembangan teknologi internet. Hingga muncul berbagai jenis e-commerce di Indonesia seperti iklan baris, retail, dan marketplace yang lebih detil dan lebih memanjakan para calon pembeli.

Marketplace sendiri layaknya mal online yang menyediakan berbagai kebutuhan banyak kalangan dengan berbagai pilihan produk, pelayanan serta harga. Website marketplace seperti Tokopedia dan Bukalapak memiliki karakteristik yaitu adanya rekening bersama untuk kemudahan dan keamanan pembayaran. Dan kini, ada Facebook Marketplace yang memanjakan para penggunanya sejak diluncurkan 3 Oktober 2016 lalu.

Sistem pembayaran escrow atau rekening bersama ini membuat penyedia website marketplace menjadi orang ketiga dimana ia menerima pembayaran untuk kemudian menjaganya sampai produk sudah dikirimkan penjual dan akhirnya diterima pembeli. Setelah produk diterima, barulah uang tersebut diberikan kepada si penjual yang terdaftar di website marketplace tersebut.

Dari sistem pembayarannya saja, sudah terlihat jika transaksi jual beli melalui marketplace aman dan bisa diandalkan. Meskipun begitu, masih ada saja netizen jahil, baik itu penjual maupun pembeli yang melakukan kecurangan.

Kecurangan Yang Biasa Dilakukan Saat Transaksi Di Marketplace

Ditemukan sejumlah kecurangan di Facebook Marketplace, khususnya, yang dilakukan oleh penjual maupun pembeli. Bentuk-bentuk kecurangannya seperti:

  1. Harga barang yang dijual lebih miring daripada harga barang yang sama di pasaran. Yang paling sering terjadi adalah produk elektronik seperti Saya pernah hampir mengalami ditipu oleh sebuah akun penjual handphone yang berada di luar kota ini. Jadi, dalam postingan akun di fitur marketplace Facebook  tersebut terdapat sejumlah foto ber-watermark atau gambar air sesuai nama tokonya. Misalnya, handphone merk X yang harganya 5 jutaan di pasaran, hanya dijual 2 jutaan rupiah saja. Tidak masuk akal, bukan? Begitu saya tanya, waktu itu saya memang sedang butuh hp murah tapi bagus, katanya barang mereka bisa murah karena mau menghabiskan stok. Karena itu barang lama yang harus segera ganti tipe di toko mereka. Mereka juga menaruh alamat lengkap toko offline-nya lho. Setelah saya telusuri melalui Google map dan nomor telepon yang tercantum, ternyata itu toko fiktif.
  2. Produk smartphone kekinian juga banyak dijual di marketplace Facebook. Selain harganya yang lebih miring dari harga di pasaran, penjual penipu juga memberikan informasi kalau produknya seratus persen baru dan belum pernah unboxing atau dibuka labelnya. Kamu patut curiga nih. Karena di toko offline saja bisa ada yang menipu dengan mengklaim bahwa hp-nya baru padahal refurbished atau bekas yang dibarukan kembali, apalagi yang dijual di toko Biasanya saat ditanya lebih detil soal kondisi dan spek hp, si penjual palsu ini akan bicara berputar-putar dan membingungkan calon pembeli.
  3. Resi atau bukti pengiriman palsu. Perhatikan baik-baik foto resi yang dikirimkan oleh penjual usai kamu membayar dan ia membungkus lalu mengirimkan pesanan kamu. Kamu bisa cek langsung di website jasa pengiriman yang kamu pakai dengan memasukkan nomor resi. Dari sini, kamu bisa melacak sampai dimana barang kamu.
  4. Si penjual meminta nomor hp pribadi kamu sebagai pembeli lalu melupakan layanan chat yang disediakan marketplace Facebook. Kalau sudah begini, biasanya ada kecurangan yang mau ia lakukan, yaitu ia tidak mau jualan tipu-tipunya dilacak oleh sistem Facebook.

Cara Bertransaksi Aman di Marketplace Facebook

Meskipun ada banyak cara penipuan untuk transaksi online seperti marketplace Facebook ini, tetap kamu masih bisa menempuh cara aman bertransaksi sebagai berikut:

  1. Selalu berkomunikasi dengan penjual melalui layanan chat resmi. Di marketplace Facebook, layanan tersebuk dikenal dengan ‘Ask for detail’. Kamu tinggal klik fitur tersebut, selanjutnya tinggal bertanya lebih detil tentang produk incaran kamu.
  2. Periksa dengan teliti akun Facebook si penjual. Seperti nama yang dipakai, waktu join Facebook, dan postingan sehari-harinya. Jika baru join, misalnya baru 2 hari lalu, kamu patut mencurigainya. Tapi, tidak menutup kemungkinan orang tersebut membuat akun Facebook hanya untuk jualan di marketplace-nya. Sehingga ia baru banget join beberapa saat sebelum posting jualannya.
  3. Jangan pernah tergiur harga barang yang sangat miring. Beda sampai 10 persen dengan harga barang di pasaran masih masuk akal. Tapi, kalau sampai beda 50 persen ke atas, kamu wajib curiga jika itu penjual palsu.
  4. Lebih baik bertransaksi dengan cara COD atau cash on delivery. Menurut hemat saya, lebih aman dan terpercaya. Karena saya juga sering sih COD-an ketimbang transfer via bank untuk membeli produk dari Untuk itu, saran saya pilih produk yang masih 1 kota atau 1 wilayah dengan domisili kamu. Saat COD atau ketemuan langsung, pastikan kamu pilih tempat yang tidak terlalu dekat dengan rumah, kamu bisa mengintip dulu dari jauh sampai si penjual tiba, dan kamu sudah membawa uang cash sehingga kamu tidak perlu ke ATM dulu dan ada waktu si penjual menunggu.
  5. Ada beberapa barang yang sebaiknya tidak kamu beli di marketplace Facebook seperti hp, mobil, rumah, jam tangan, tas atau sepatu mahal, dan baju yang kamu tidak tahu persis bahan dan ukuran lebar dan panjang badannya.
  6. Jika harus membayar secara online, pastikan kamu meminta nomor resi dengan kode tracking yang jelas usai mentranfer uang pembayarannya. Simpan bukti transfer kamu.

Sampai di sini dulu tips cara aman bertransaksi di marketplace Facebook. Jangan lupa untuk membagikan artikel ini. Supaya tidak hanya kamu yang tahu sendirian. Terima kasih.

Topik: Facebook
ulfah :penulis artikel online, penulis buku-buku non fiksi, penulis novel, penulis skenario, guru ekskul menulis, penulis status media sosial dan anak rumah tangga wkwkwk hidup freelance writer!