Setelah diakuisisi Facebook, kini pendiri Whatsapp dan Instagram hengkang! Ada apa?

Mark Zuckerberg, CEO of Facebook.
Source by : BBC.com

Besarnya perusahaan Facebook sudah tidak diragukan lagi. Sejak dibuat pertama kali pada tahun 2004 dengan nama The Facebook, dan akhirnya mengubah namanya menjadi Facebook, kini perusahaan sosial media itu terus menerus berkembang hingga menjadi sosial media paling terkenal dengan lebih 1,5 milyar pengguna.

Seiring dengan berkembangnya perusahaan dan berbagai penyempurnaan yang dilakukan, kini perusahaan raksasa milik Mark Zuckerberg itu bahkan menjadi salah satu perusahaan yang paling berpengaruh dalam dunia teknologi informasi. Bahkan sudah sepantasnya perusahaan tersebut dijuluki “Raksasa Teknologi” karena sampai saat ini, berbagai pencapaian-pencapaian luar biasa telah diraih.

Meskipun berbagai pencapaian telah didapatkan, namun ekspansi bisnis terus-menerus dilakukan agar dapat terus meningkatkan pendapatan perusahaan tersebut. Sampai pada akhir tahun 2017, Pendapatan Facebook dikabarkan mencapai 544 triliun. Pendapatan itu menjadi yang tertinggi sepanjang tahun. Sangat luar biasa.

Facebook memutuskan meng-akuisisi Instagram

Kevin Systrom (Kanan) dan Mike Krieger (Kiri)- CEO and CTO of Instagram
Source by : Techcrunch.com

Melihat perkembangan Facebook yang agresif dan adanya peluang yang besar terhadap perusahaan Instagram,Inc., akhirnya Mark Zuckerberg memutuskan untuk meng-akuisisi Instagram pada tahun 2012.

Menurut aku, keputusan Zuck meng-akuisisi Instagram pada saat itu untuk memenangi persaingan antara Facebook terhadap Twitter dan Google. Karena pada sekitar tahun 2012, Twitter dan Google sudah termasuk perusahaan yang besar ketimbang Facebook, dan bukan tidak mungkin bila Twitter dan Google sewaktu-waktu dapat mencaplok Instagram yang pada saat itu menjadi primadona baru dikalangan masyarakat dunia karena memiliki fitur yang mengagumkan.

Setelah Instagram diakuisisi Facebook, pertumbuhan jumlah pengguna Instagram naik secara signifikan. Aplikasi berbagi foto tersebut bahkan sudah memiliki jumlah pengguna lebih dari 100 juta orang yang meng-upload foto. Peluang Ini pasti tidak akan disia-siakan oleh Zuck  (nama panggilan Mark Zuckenberg).

Zuck memang benar-benar menginginkan Instagram. Alasannya mungkin karena Instagram memiliki ratusan juta pengguna yang telah meng-upload berbagai foto, data personal serta lokasi. Inilah hal terpenting dari Instagram, karena untuk keperluan iklan sebagai sumber pendapatan Facebook. Karena menurutku, salah satu kunci utama tingginya pendapatan perusahaan besutan Zuck itu berasal dari Instagram.

Kevin Systrom dan Mike Krieger juga senang bisa berkolaborasi dengan perusahan besutan Zuck itu. Mereka mengharapkan, dengan diakuisisi-nya Instagram akan meningkatkan pertumbuhan jumlah pengguna dengan tetap mempertahankan jati diri Instagram.

Hengkangnya Kevin Systrom dan Mike Krieger dari Facebook

Pendiri Instagram, Kevin Systrom dan Mike Krieger baru-baru ini mampu membuat dunia terkejut. Mereka berdua dikabarkan memutuskan untuk mundur dari Facebook pada September 2018 lalu.

Penyebab mundurnya dua pendiri Instagram itu masih belum pasti. Namun menurut informasi yang aku baca dari https://techcrunch.com/2018/09/24/instagram-founders-leave/, karena mereka berselisih paham dengan Zuck. Namun, pihak Facebook nya sendiri belum berkomentar apapun tentang masalah ini.

Mereka berselisih mengenai arah dan kebijakan Instagram bila nantinya Instagram benar-benar sudah ter-integrasi dengan Facebook, karena Zuck memiliki rencana itu.

Zuck berencana, setelah kepergian dua pendiri Instagram itu, ia akan meng-integrasikan Instagram dengan Facebook, dan bahkan dikabarkan akan menjadi salah satu divisi produk di perusahaan milik Zuck.

Sebenarnya, pada awalnya Facebook akan mempertahankan kebijakan yang telah dimiliki oleh Instagram, namun seiring waktu berjalan, Facebook semakin lama semakin ikut mencampuri dalam manajemen Instagram. Facebook sudah tidak lagi memberikan kebebasan kepada Instagram seperti apa yang pernah dijanjikan oleh Facebook pada awal akuisisi.

Karena campur tangan pihak Facebook yang dianggap sudah sangat berlebihan, itulah yang mungkin menyebabkan Systrom dan Krieger mundur dari Facebook.

Facebook memutuskan untuk meng-akuisisi Whatsapp

Brian Acton, co-founder of WhatsApp (L) and Jan Koum, co-founder and CEO of WhatsApp speak at the WSJD Live conference in Laguna Beach, California October 25, 2016.
Source by : Engadget.com

Perkembangan Facebook yang semakin signifikan, dan Mark Zuckenberg melihat peluang luar biasa dari Whatsapp, Inc., akhirnya, Zuck kembali meng-akuisisi Whatsapp tanpa perlu menunggu waktu lama.

Menurut aku, keputusan Facebook meng-akuisisi Whatsapp memang keputusan yang tepat. Bagaimana tidak, Whatsapp memiliki sekitar 450 juta orang pelanggan setiap bulan dan diprediksi akan terus melonjak naik setiap tahun. Hal itu tentu akan sangat berdampak untuk pendapatan perusahaan Facebook menjadi lebih banyak.

Brian Acton dan Jan Koum pun mengaku bahagia bisa berkolaborasi dengan Mark Zuckenburg dan Facebook. Acton dan Koum berharap, dengan di-akuisisinya Whatsapp oleh Facebook bisa membawa Whatsapp ke lebih banyak pengguna di dunia, dan tentunya tetap terus mempertahankan “nama” nya sebagai aplikasi chat yang efektif, sederhana, dan suci dari iklan.

Hengkangnya Brian Acton dan Jan Koum dari Facebook

Pendiri Whatsapp, Brian Acton dengan tiba-tiba memberi pengumuman bahwa dirinya mundur dari Facebook pada September 2017 lalu. Tak hanya Acton, Koum juga dikabarkan menyatakan hal yang sama. Mereka tidak sama sekali memiliki tujuan dan strategi yang sama dengan Mark Zuckerburg. Karena terlalu seringnya mereka berdebat dan tidak satu tujuan, akhirnya Brian Acton hengkang dari Facebook, kemudian disusul oleh sahabatnya Jan Koum pada bulan Mei 2018 lalu.

Hal itu tentunya sangat mengejutkan dunia, termasuk aku tentunya. Menurut Info yang aku baca dari https://www.nytimes.com/2018/04/30/technology/whatsapp-facebook-jan-koum.html, bahwa penyebab Acton mundur adalah karena adanya perdebatan dan ketidak-cocokan antara Acton dan Zuck.

Alasan Brian Acton mundur karena pada saat itu, masih ramai-ramai nya pemberitaan mengenai kasus bocornya data rahasia para pengguna Facebook. Acton tentunya sangat menyayangkan hal itu.

Sebagai pendiri Whatsapp, Brian Acton dan Jan Koum sangat melindungi privasi para pengguna dengan menggunakan teknologi enkripsi tinggi, sehingga pesan hanya bisa dibaca oleh pengirim dan penerima saja. Selain itu, Brian dan Koum juga tidak memberikan iklan didalam aplikasinya. Semua itu mereka lakukan untuk kenyamanan dan keamanan pengguna Whatsapp.

Sementara itu, Mark Zuckerberg menginginkan Whatsapp untuk dapat memberikan kontribusi yang lebih terhadap peningkatan keuntungan pada perusahaan nya. Pendiri Facebook itu punya rencana untuk memasukkan iklan didalam Whatsapp, apalagi melihat jumlah pengguna Whatsapp yang sangat besar. Hal ini pasti tidak akan disia-siakan oleh Zuck.

Selain itu, Facebook juga dikabarkan punya rencana untuk menggunakan data pribadi pengguna dan melemahkan teknologi enkripsi yang sebelumnya dipertahankan oleh Whatsapp. Hal ini juga dilakukan dengan maksud agar para pebisnis dapat mengobrol langsung dengan target dan membiarkan mereka bebas. Dengan dilemahkannya teknologi enkripsi dan dimasukkannya iklan didalam Whatsapp, Pendiri Facebook itu menginginkan adanya lonjakan pendapatan yang diterima Facebook, mengingat sebagian besar pendaptan Facebook diperoleh dari iklan.

Menurut informasi lain yang aku tahu, seringnya perbedaan pendapat dan lingkungan kerja yang pasif-agresif, serta kurang akurnya antar satu dengan yang lain juga menjadi penyebab mundurnya Acton dan Koum. Bagi mereka, apa yang dilakukan Facebook benar-benar bukanlah strategi bisnisnya. Sehingga mereka benar-benar meninggalkan Facebook.

Kesimpulan

Menurut aku, upaya Facebook untuk meng-akuisisi berbagai perusahaan besar memang langkah yang tepat. Terlebih lagi, Zuck hingga kini pun terus memperluas bisnisnya dan terus melakukan ekspansi bisnis demi menyempurnakan Perusahaan besutannya itu.

Namun, langkah Zuck dalam mengambil keputusan untuk hanya mencari keuntungan perusahaan bukanlah hal yang tepat. Zuck berusaha untuk meng-akuisisi perusahaan lain tetapi tidak berusaha untuk mengedepankan kualitas dan keamanan yang baik.

Bahkan Zuck mungkin berusaha menggunakan data pengguna, memanfaatkan geotaging dan foto, serta memasukkan berbagai iklan ke aplikasi perusahaan yang diakuisisi-nya itu agar mendapatkan lebih banyak pendapatan yang masuk ke kantong perusahaan.

Semua bacaan diatas, hanya opiniku saja. Siapa tau kamu punya pendapat lain yang berbeda dengan ku, kalian bisa berkomentar dibawah.

ariskisaputri

ariskisaputri

my contact : email : [email protected] | or my twitter : @AriskiSaputri

Tinggalin komentar dan jangan lupa kasih jempol untuk komentar terbaik dibawah ini

avatar