Cara sederhana untuk deteksi Akun Palsu di Instagram

Dunia permedsos-an tidak akan pernah lepas dari yang namanya fake account. Akun-akun palsu yang dibuat oleh orang-orang tidak bertanggungjawab itu sangat dekat dengan kita. Baik yang anonim, maupun yang mengatasnamakan public figure seperti selebriti dan tokoh politik.

Dari pengamatan saya, sejauh ini fake account itu exist di Instagram untuk tujuan kesenangan belaka dan menarik banyak followers. Kalau sudah banyak followers, mudah bagi mereka untuk mendapatkan tawaran endorsement. Dan biasanya kalau sudah dapat tawaran seperti itu, mereka akan melakukan kesepakatan kerja sama tanpa mempedulikan si pemilik akun asli yang namanya dicatut.

Belum lagi jika akun palsu tersebut sengaja dibuat untuk tindakan penipuan seperti jualan barang fiktif, alamat toko palsu, status palsu mengaku single untuk mencari pacar yang bisa dikuras isi kantongnya, dan juga sampai mengajak ke tindakan asusila seperti jual beli pornografi.

Tips untuk cek akun instagram palsu

Sebelumnya sudah dibahas cara cek akun facebook palsu, beberapa tips disana juga bisa digunakan untuk cek akun palsu secara umum, seperti metode reverse image search, dll.

Menurut pengamatan saya dan banyak netizen di media sosialnya, ada beberapa hal yang bisa kamu perhatikan saat menganalisa apakah akun Instagram tersebut asli atau palsu. Kamu bisa melakukan investigasi kecil-kecilan sebagai berikut:

  1. Melihat jumlah postingannya. Meskipun, banyak juga sih akun asli yang postingannya sangat minim. Bahkan, hanya satu postingan saja. Bisa jadi karena orang itu asal buat saja akun IG, lalu tidak pernah dilihat lagi. Tapi, kamu patut curiga jika akun tersebut punya postingan sedikit atau justru kelewat banyak, lalu hobinya mengikuti setiap aktivitas di IG Story kita. Dan lama-kelamaan mulai berani kirim direct message (DM). Awalnya mungkin basa-basi, namun lama-lama bisa minta nomor kontak kamu atau mengajak ketemuan. Bahkan sejumlah akun teman saya dikirimi link yang jika di-klik akan muncul foto atau video seronok.
  2. Suka men-tag orang sembarangan di postingannya. Kamu pernah tidak di-tag akun yang jelas-jelas tidak kamu kenal? Bukan dalam rangka mengikuti kuis/undian/giveaway, melainkan sembarang tag Kalau postingannya bagus atau tidak melanggar aturan, tentu kamu tidak terlalu masalah. Tapi, bagaimana jika postingannya mengundang emosi/kontroversi seperti hal-hal berbau porno atau merusak nama baik seseorang/lembaga?
  3. Apa yang ditulis di kolom komentar selalu hal yang sama. Mungkin saat kamu memberi komentar ke postingan yang kamu di-tag itu, akun tersebut akan merespon dengan komentar yang seragam dengan komentar-komentar sebelumnya. Apalagi jika ia menambahkan link di komentar untuk kamu klik. Misalnya, link untuk menambah followers.
  4. Menamakan akunnya seperti nama selebritis atau public figure Sudah kita ketahui bersama jika akun IG seorang public figure pasti diberi ikon centang biru sebagai tanda bahwa akun tersebut sudah terverifikasi atau valid dimiliki oleh public figure yang asli. Meski begitu, masih ada saja yang membuat akun palsu tanpa label terverifikasi ini. Dan masih saja ada yang tertipu. Maka, kamu harus waspada saat melihat tidak adanya ikon centang biru pada akun IG public figure yang sedang kamu cari di EXPLORE.
  5. Jumlah following yang lebih banyak dari jumlah followers-nya. Meskipun ini juga bisa terjadi pada akun IG asli seseorang karena untuk sejumlah alasan, entah karena ia masih baru di IG atau lainnya, kamu tetap harus waspada jika menemukan akun seperti ini.
  6. Akun tersebut tidak punya akun di media sosial lain. Kamu tentu senang kan jika akun IG kamu ini terhubung dengan akun media sosial lainnya? Dengan alasan praktis, mungkin, seperti saat posting sesuatu di IG, lalu bisa otomatis terposting juga di Facebook kamu. Nah, untuk akun-akun palsu di IG biasanya tak punya akun di media sosial lain. Kalau pun ada, bisa jadi namanya beda supaya tidak mudah terlacak pergerakannya.
  7. Kamu dapat dengan mudah melihat komentar yang lama terhapus di kolom komentar beberapa saat kemudian atau keesokan harinya. Misalnya, ada akun yang berkomentar tentang penipuan yang sudah dilakukan oleh akun IG tersebut. Beberapa saat kemudian, komentar itu sudah tidak ada. Dan lebih parahnya lagi, kolom komentarnya langsung di-off-kan.
  8. Jika itu akun jualan sebuah produk, maka akun palsi tersebut akan memberikan alamat palsu toko offline-nya dan juga foto toko palsunya. Selain itu, harga produknya tidak masuk akal. Dan ia juga mengatakan jika produknya BM alias black market. Saya pernah menemukan toko jualan hp di IG yang sangat meyakinkan. Begitu saya datangi alamat tokonya yang berada di sebuah mal di Depok, ternyata pelayan tokonya bilang sudah banyak orang yang cari toko dalam IG yang menggunakan ternyata foto-foto dari berbagai sudut toko asli tersebut.

Tips Menghindari Akun Palsu di IG

Lalu, bagaimana cara menghindari akun palsu tersebut supaya tidak menggerayangi akun IG kita? Berikut tipsnya.

  1. Mem-private akun IG. Jika kamu sudah sangat terganggu dengan keberadaan akun-akun palsu yang meresahkan, saran saya lebih baik kamu mem-private akun IG kamu. Begini cara mem-private akun IG kamu https://bukugue.com/cara-private-akun-instagram/
  2. Mengatur siapa saja yang bisa melihat postingan IG Story. Caranya masuk ke SETTING, lalu pilih STORY CONTROLS. Di sana kamu bisa sembunyikan IG Story, mengizinkan atau tidak seseorang me-reply postingan story kamu, mengizinkan atau tidak orang lain membagikan kembali postingan story kamu, dan mengizinkan atau tidak orang lain membagikan HIGHLIGHTS kamu ke story akun mereka.
  3. Hanya posting sesuatu yang baik lagi menginspirasi. Hindari memposting segala sesuatu yang berhubungan dengan informasi pribadi seperti sedang berada dimana, mau pergi kemana, foto tiket, dan nama tempat kerja/kuliah/sekolah.
  4. Jika sudah sangat mengganggu, segera blokir akun tersebut.

Semoga kamu bisa lebih waspada dengan akun-akun IG palsu yang mungkin berada di followers kamu. Jangan lupa untuk membagikan artikel ini agar tidak hanya kamu yang waspada sendiri.

ulfah :penulis artikel online, penulis buku-buku non fiksi, penulis novel, penulis skenario, guru ekskul menulis, penulis status media sosial dan anak rumah tangga wkwkwk hidup freelance writer!