Cara membuat komunitas di WhatsApp (Panduan pemula)

Ditulis pada

Diperbarui

Mengelola banyak grup WhatsApp bukan perkara mudah. Perlu tenaga ekstra dalam melakukannya. Pasalnya, ketika hendak memberikan informasi kepada para anggota, kita perlu masuk dan keluar antar-grup WhatsApp.

Tetapi, sekarang pengelolaan “banyak” grup WhatsApp bisa dilakukan dengan lebih mudah. Tepatnya, sejak Whatsapp merilis fitur Komunitas bulan November 2022 lalu.

Mengenal fitur “Komunitas” WhatsApp

Fitur komunitas di WhatsApp berfungsi sebagai “wadah” untuk “menggabungkan” atau mengelola beberapa grup yang memiliki topik sama atau relevan. Mengelola disini maksudnya, admin dari komunitas akan mudah melakukan perpindahan antar-grup dalam komunitas tsbt, mengirim pesan sekaligus kesemua grup dalam komunitas tsbt, dan lain sebagainya.

Sebagai contoh, kamu mengelola (dan merupakan admin) tiga grup Whatsapp, misalnya grup Taekwondo kelas 1, kelas 2, dan kelas 3. Pengelolaan ketiga grup ini bisa kamu lakukan lebih gampang dengan cara “menyatukannya” kedalam Komunitas.

Dengan begitu, kamu lebih mudah menyampaikan informasi searah yang bisa dibaca semua anggota lewat “Grup Pengumuman”. Dan kamu juga akan lebih gampang berpindah ke salah satu grup ketika ingin berinteraksi dengan satu grup saja.

Langkah Membuat Komunitas di WhatsApp

Bagaimana cara membuat Komunitas Whatsapp? Membuat Komunitas WhatsApp tidaklah sulit. Kamu bisa melakukannya hanya dalam lima langkah saja, namun pastikan kamu sudah update WhatsApp ke versi paling baru.

  1. Buka aplikasi WhatsApp.
  2. Dihalaman beranda, tap ikon “komunitas”. Letaknya ada di menu bar paling kiri, persis di sebelah kiri menu “Chat”.
Halaman utama Whatsapp Android. Tab ikon komunitas untuk memulai langkah pertama membuat Komunitas Whatsapp.
  1. Selanjutnya tap menu “Mulai Komunitas Anda”.
Setelah masuk ke halaman komunitas, kamu tab "Mulai Komunitas Anda".
  1. Pada laman berikutnya, isilah “Foto profil”, “Nama” dan “Deskripsi” Komunitas.
Masukkan foto, nama, dan deskripsi untuk Komunitas Whatsapp kamu.
  1. Selanjutnya tap menu “Tambah grup yang ada”.
Tambahkan grup jika sudah ada. Jika belum ada, bisa buat grup baru lebih dulu.
  1. Pilih beberapa grup, lalu tap tombol “tanda panah ke kanan”.

Untuk membuat Komunitas, kamu wajib memasukkan minimal satu grup WhatsApp. Disini, kamu bisa bikin grup baru kalau belum ada grup. Kalau sudah punya, kamu bisa langsung tambahkan grup. Ingat, kamu harus berstatus sebagai admin untuk memasukkan Grup ke Komunitas.

Tambahkan semua grup yang ingin kamu masukkan ke dalam Komunitas Whatsapp.
  1. Selesai. Komunitas berhasil dibuat.
Tampilan muka Komunitas Whatsapp.

Dicontoh diatas bisa dilihat bahwa aku menambahkan hanya 3 grup. Namun dihalaman informasi komunitas terlihat ada 4 grup. Ini karena dalam komunitas akan ada grup utama yang dinamakan “Grup Pengumuman”.

Dicontoh ini, “Grup pengumuman”-nya adalah “Komunitas Taekwondi JTA3”. Nama grup pengumaman ini sama dengan nama komunitas.

Grup ini tidak bisa dihapus dari komunitas karena merupakan intisari dari fitur komunitas itu sendiri.

Menyampaikan pesan atau informasi ke komunitas

Dengan menyampaikan informasi ke komunitas, kamu artinya menyampaikan informasi kepada semua anggota grup yang tergabung dalam komunitas tsbt.

Untuk menyampaikan pesan ke komunitas, kamu hanya perlu buka komunitas tsbt dan kirimkan pesan seperti chatting pada umumnya, bisa berbentuk teks, foto, video, dll.

Informasi yang dikirimkan dikomunitas bersifat searah, sehingga anggota tidak bisa mengirimkan pesan balasan langsung dikomunitas. Inilah tampilan chat komunitas dari sisi anggota Komunitas.

Tampilan "Grup Pengumuman" yang ada di Komunitas Whatsapp dari hp anggota lainnya. Diambil dari Samsung A50.

Apabila ada anggota yang ingin berdiskusi terkait informasi tersebut, maka mereka bisa melakukannya di grup masing-masing.


Demikianlah penjelasan mengenai Komunitas WhatsApp – mulai dari
definisi, fungsi, cara membuat, dan cara menyampaikan informasi
searah ke para anggota.

Dari apa yang sudah disampaikan, adakah hal yang belum kamu pahami? jika ada, silahkan tuliskan pertanyaanmu di kolom komentar.

Semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi ditulisan berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *