Cara mudah kelola banyak akun twitter sekaligus dengan TweetDeck

Banyaknya berbagai pilihan platform social media membuat para pengembang dunia teknologi dan informasi untuk berlomba-lomba menciptakan platform baru yang setara atau bahkan lebih baik dari platform populer yang sudah ada saat ini. Tidak sedikit pula yang menciptakan aplikasi yang dapat digunakan sebagai pelengkap, pendamping atau pengelola akun sosial media. Fenomena ini merupakan hal yang wajar dan diizinkan pula oleh kebanyakan pengembang aplikasi sosial media.

Misalnya saja pada Twitter. Twitter dikenal sebagai pengembang aplikasi dengan antarmuka programming yang paling terbuka dan paling kuat dibandingkan perusahaan teknologi besar manapun. Sehingga tidak aneh jika banyak pengembang aplikasi yang tertarik untuk segera menciptakan aplikasi pendukung bahkan sebelum Twitter resmi diluncurkan. Jika Anda mengunjungi halaman ‘help center’ Twitter, disana terdapat kebijakan yang memperbolehkan pengguna untuk menghubungkan aplikasi lain ke akun Twitter mereka.

Aplikasi pendukung ini disebut sebagai aplikasi pihak ketiga, yang diciptakan berdasarkan platform Twitter oleh pengembang dari luar yang tidak berada dibawah oleh Twitter. Twitter sendiri mempunyai setidaknya empat aplikasi pendukung yang sudah resmi diakuisisi sebagai anak perusahaanya. Salah satunya yaitu TweetDeck.

Secara sederhana, TweetDeck adalah aplikasi sosial media pendukung yang digunakan untuk mengelola akun Twitter. Dahulunya, TweetDeck merupakan aplikasi tersendiri yang dikembangkan oleh Iain Dodsworth pada tahun 2008. Baru kemudian pada bulan Mei 2011 secara resmi diakuisisi oleh Twitter.

Seperti apa antarmuka TweetDeck?

Jika pada timeline twitter Anda melihat hanya satu kolom timeline yang bisa di scrolling, pada TweetDeck Anda dapat melihat banyak kolom timeline yang berbeda dan semua aktivitas akun Anda dapat dimonitor secara real-time dalam kolom-kolom yang berbeda. Misalnya saja pada sebelah kiri Anda ingin melihat kolom yang berisi home feed dan pada saat yang bersamaan pada sebelah kanan layar Anda ingin memantau kolom notifikasi. Semua pembaharuan yang masuk ke akun Anda akan langsung ditampilkan secara real-time pada kedua kolom tersebut.

Fitur ini terasa lebih keren dibandingkan menggunakan Twitter desktop biasa karena TweetDeck memperbolehkan pengguna untuk menambahkan sebanyak mungkin kolom yang Anda perlukan. Semua kolom diupdate secara real-time, maka Anda tidak akan tertinggal lagi dengan semua pembicaraan news feed terbaru, notifikasi, dan messages secara bersamaan. Dengan TweetDeck Anda dapat menghemat waktu dan energi yang diperlukan untuk bolak-balik antar halaman untuk memposting sesuatu.

Gambar diatas menunjukkan tiga kolom TweetDeck dari satu akun yang sama. Pada bagian paling kanan masih terdapat ruang lebih yang dapat digunakan untuk menambahkan kolom lainnya.

Kelebihan TweetDeck tidak hanya berhenti disini saja. Nilai tambah yang sangat saya sukai dari aplikasi ini adalah kemudahan mengelola multiple akun sekaligus. Untuk Anda yang memiliki akun yang bersifat pribadi dengan jumlah following dan followers dibawah 300an mungkin TweetDeck tidak terlalu diperlukan. Karena notabene arus newsfeed utama Anda yang paling memerlukan perhatian, dibandingkan feed dari notifikasi ataupun messages. Sedangkan Anda yang memiliki lebih dari satu akun, atau mungkin Anda adalah seorang administrator akun produk online yang memiliki banyak akun untuk dikelola. Pada TweetDeck, Anda dapat menambahkan banyak akun dalam satu platform terintegrasi untuk mempermudah pengelolaan.

Bagaimana untuk memulai menggunakan TweetDeck?

TweetDeck merupakan aplikasi tambahan Twitter resmi yang gratis dan bebas digunakan oleh siapa saja. Tidak seperti aplikasi lainnya, TweetDeck secara otomatis akan terintegrasi dengan akun Twitter Anda sehingga tidak perlu lagi melakukan registrasi akun tersendiri. Asalkan anda memiliki akun Twitter makan anda akan dapat langsung menggunakan TweetDeck.

Secara default, aplikasi ini hanya dapat diakses melalui versi web dan dektop untuk Mac. Aplikasi untuk mobile maupun Windows sudah ditiadakan dari bulan April tahun 2016. Dengan melihat bentuk antarmuka dari aplikasi ini, sudah tentu akan lebih nyaman dan efektif apabila digunakan melalui layar komputer yang lebar.
Untuk mulai menggunakan TweetDeck versi web, Anda hanya perlu masuk ke alamat situsnya yaitu https://tweetdeck.twitter.com. Setelah mengkonfirmasi akun Twitter utama yang akan anda hubungkan, Anda dapat langsung menggunakannya. Disarankan untuk menggunakan akun Twitter pribadi yang tidak digunakan sebagai akun bersama. Tapi jangan khawatir, setelah masuk ke aplikasi Anda dapat menghubungkan multiple akun ke dalam akun TweetDeck Anda.

Lalu, kemudahan apa saja yang dapat kita manfaatkan dengan menghubungkan multiple akun ke dalam TweetDeck?

1. Memantau timeline dari setiap akun secara bersamaan

Misalkan saja anda menghubungkan tiga atau lebih akun Twitter pada TweetDeck Anda. Dengan membagi layar aplikasi ke dalam banyak kolom, hal ini berarti Anda dapat memantau semua aktivitas timeline pada setiap akun secara bersamaan. Apabila pad Twitter web, Anda harus sign out dan sign in lagi untuk memeriksa timeline dari akun yang berbeda, dengan menghubungkan multiple akun pada TweetDeck Anda tidak perlu lagi membuang waktu dan tenaga untuk bolak balik masuk dan keluar akun. Update pada timeline pun ditampilkan secara real-time. Tidak seperti pada Twitter yang menumpuk update pada bagian paling atas timeline, TweetDeck akan secara langsung menampilkan postingan yang paling terbaru dari semua akun yang Anda follow.

2. Posting tweet dari akun yang berbeda menjadi lebih mudah.

Tidak hanya menampilkan timeline berita terbaru, anda dapat juga memposting tweet Anda dari akun yang berbeda pada TweetDeck. Meskipun secara default Anda tweet Anda akan di posting dari akun utama, Anda dapat pula merubahnya ke akun yang lain. Pada saat sedang menulis di kolom tweet, Anda akan diberikan pilihan semua akun yang sudah anda hubungkan sebelumnya. Pastikan anda telah memilih akun yang benar yang mana tweet yang akan anda posting sebelum menekan tombol tweet. Sayangnya, fitur ini tidak dilengkapi dengan pilihan untuk memposting tweet yang sama dari multiple akun sekaligus. Apabila anda ingin mempostingan tweet yang sama, anda harus meng-copy paste isi tweet untuk kemudian diposting dari akun yang berbeda satu persatu. Meskipun begitu, cara ini bisa dibilang lebih sangat mudah da efektif dibandingkan Anda harus sign out dan sign in ke tiap akun yang berbeda untuk memposting tweet yang sama.

3. Memudahkan melakukan aktivitas di Twitter dari multiple akun dalam waktu yang singkat.

Jika memposting tweet merupakan fitur yang sudah biasa dan wajar apabila ditambahkan pada aplikasi pendukung, TweetDeck memperbolehkan pengguna untuk dapat melakukan sebanyak mungkin aktivitas pada Twitter selayaknya menggunakan aplikasi aslinya. Aktivitas yang saya maksudkan itu seperti memberikan ‘like’ pada tweet dan ‘follow’ akun lain dari multiple akun anda. Meskipun secara default, akun utama yang bisa melakukan reply dan retweet, Anda dapat pula melakukan ‘like’ dari akun selain akun utama Anda. Terdapat pilihan pada bagian bawah tweet yang berupa tiga bulatan. Anda akan diberikan banyak pilihan, termasuk melakukan ‘like’ dan follow dari non-akun utama, menambahkan tweet tersebut ke collection Anda dan bahkan Anda dapat melihat siapa saja yang meng-quote tweet tersebut. Fitur terakhir ini bahkan tidak ada pada aplikasi Twitter yang original.

4. Membuat postingan tweet yang terjadwal
Satu fitur yang tak kalah hebat lagi adalah membuat postingan otomatis yang terjadwal. Maksudnya adalah Anda dapat menabung membuat tweets yang banyak, untuk kemudian diposting secara otomatis oleh TweetDeck pada waktu yang sudah ditentukan.
Misalnya saja, Anda menjadwalkan agar akun anda memposting tweet yang sama pada waktu tertentu setiap hari selama satu bulan kedepan. Anda dapat membuat semua postingan tersebut sekaligus pada hari ini, simpan dalam kolom ‘scheduled tweet’ dan jangan lupa untuk menentukan tanggal dan waktu yang Anda pilih dari setiap tweet yang akan diposting. Serunya lagi, Anda tidak perlu membuka TweetDeck untuk memastikan tweet Anda terposting atau tidak. TweetDeck secara otomotis akan memposting tweet yang sudah Anda jadwalkan tersebut meskipun anda tidak log in ke Twitter maupun TweetDeck.

Begitulah sedikit tentang fitur TweetDeck yang dapat saya bagikan. Untuk cara dan langkah-langkah untuk menggunakan tiap fitur kemungkinan perlu dibahas pada artikel yang berbeda agar lebih jelas dan tidak terlalu panjang. Terima kasih, semoga bermanfaat dan selamat mencoba. 

Tinggalkan Balasan