Gambaran Proses Pembuatan Aplikasi WhatsApp Mod

Terbit

Diperbarui

Secara umum, pengembangan aplikasi modifikasi untuk WhatsApp atau aplikasi lainnya melibatkan serangkaian langkah yang umumnya terjadi dalam pengembangan perangkat lunak pada umumnya.

Aku harap dengan kamu membaca tulisan ini, kamu bisa lebih memahami terkait apa itu aplikasi modifikasi seperti WA mod ini.

Langsung saja, berikut proses pembuatan WA mod, sejauh yang aku ketahui ya.

Step 1: Pemahaman Kode Sumber Asli

Pengembang aplikasi mod, perlu memahami kode sumber asli aplikasi dengan baik. Ini termasuk memahami struktur kode, logika, dan berbagai komponen aplikasi.

WhatsApp sendiri adalah aplikasi berbasis closed source, yang berarti kode sumbernya tidak tersedia untuk umum. Artinya pengembang WhatsApp mod tidak memiliki akses langsung ke kode sumber resmi.

Oleh karena itu, sebagian besar modifikasi WhatsApp didasarkan pada reverse engineering atau analisis perilaku aplikasi. Proses reverse engineering ini melibatkan pengamatan perilaku aplikasi, analisis struktur file, dan penelitian terhadap data yang dihasilkan aplikasi.

Dalam beberapa kasus, beberapa bagian dari kode sumber, mungkin berhasil diambil atau dipecahkan, tetapi hal ini tidak selalu memungkinkan pengembang tsbt dalam mendapatkan pemahaman penuh terhadap seluruh aspek kode sumber.

Step 2: Modifikasi Kode

Pengembang melakukan modifikasi pada kode sumber untuk menambahkan atau mengubah fitur-fitur tertentu sesuai dengan keinginan mereka.

Modifikasi ini dapat melibatkan penambahan fitur, perubahan tata letak, atau penyesuaian lainnya.

Step 3: Uji Coba dan Debugging

Setelah melakukan modifikasi, pengembang perlu menguji aplikasi hasil modifikasi tersebut, untuk memastikan bahwa aplikasi berfungsi dengan sebagaimana mestinya dan tidak ada konflik ataupun error akibat penambahan fitur yang mereka lakukan,

Proses debugging dilakukan untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan atau bug yang mungkin muncul.

Step 4: Optimisasi dan Penyesuaian

Setelah uji coba, pengembang melakukan optimisasi pada kinerja dan penyesuaian selanjutnya, untuk memastikan bahwa modifikasi dapat berintegrasi dengan baik dalam lingkungan aplikasi.


Setidaknya sampai disini seharusnya sudah tergambar prosesnya ya.

Prosesnya modifikasi yang panjang dan tidak adanya akses ke kode sumber (source code) asli, menyebabkan pengembang WA mod lebih jarang update (dibandingkan WA ori).

Selain itu hal ini juga menyebabkan WA mod lebih banyak error, konflik ataupun bug. Disini mereka harus gabungkan kode hasil reverse engineering tadi dengan kode mereka sendiri (untuk penambahan fitur, dll), sudah jelas hasilnya tidak akan se-stabil aplikasi asalnya.


Mungkin hanya itu yang bisa aku bahas kali ini. Semoga bermanfaat dan bisa jadi pengetahuan tambahan, terutama buat kamu yang masih menggunakan WhatsApp mod hingga saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *