Apa itu artikel LinkedIn? Bagaimana cara membuatnya?

Terbit:

Diperbarui:

Apakah kamu salah satu pengguna LinkedIn? Mungkin jika kamu adalah pengguna baru LinkedIn, kamu belum terlalu familiar dengan fitur – fitur yang disediakan di sana.

Ada beragam fitur yang disediakan di sana yang menunjang kamu untuk memamerkan skill dan kemampuan profesional kamu. Salah satu fitur bermanfaat yang ada di LinkedIn yaitu kemampuan untuk mempublikasi artikel. Yap. Artikel.

Mungkin kamu belum mengetahui apa itu LinkedIn artikel, apa manfaatnya, dan bagaimana cara membuat dan mempostingnya. Tenang saja. Disini aku akan membahas itu semua.

Apa itu LinkedIn artikel?

Layaknya sebuah blog, LinkedIn artikel memungkinkan kamu untuk mempublikasikan artikel. Dahulu disebut dengan LinkedIn Pulse dan merupakan fitur terpisah dari LinkedIn. Namun fitur yang menghasilkan postingan blog, berita, dan wawasan tersebut kini sudah terintegrasi kedalam LinkedIn dan kini kamu dapat melihatnya di umpan berita beranda kamu.

Kini fitur LinkedIn Pulse dikenal dengan sebutan LinkedIn artikel yang dapat digunakan untuk menerbitkan sebuah artikel dengan berbagai topik yang tentunya masih relevan dan berhubungan dengan karir profesional kamu.

Kamu bahkan tidak perlu lagi membeli domain atau mengatur blog sedemikian rupa hingga memakan waktu yang cukup banyak. Buat saja sebuah konten berkualitas di LinkedIn dan kamu akan mendadak populer dengan kualitas konten yang kamu ciptakan.

Apa perbedaan antara LinkedIn post dengan LinkedIn artikel?

Mungkin sekilas terlihat sama. Tetapi sebenarnya kedua fitur tersebut adalah fitur yang berbeda dan dengan fungsi yang berbeda. Apa saja perbedaannya?

A.LinkedIn post

1. Postingan tidak bertahan lama.

Layaknya membuat status di Facebook, jika kamu memposting sebuah status di LinkedIn maka akan bertahan sekitar 3 – 5 hari tergantung dengan kinerja jumlah like, share, and comment di setiap postingan kamu. Seiring bertambahnya waktu, maka jumlah jangkauan penayangan juga akan semakin sedikit hingga sampai tidak ditayangkan lagi.

Postingan yang kamu buat di LinkedIn hanya menjangkau sebatas rekan – rekan LinkedIn kamu saja.

Jadi kepopuleran postingan kamu tergantung pada kinerja tagar yang kamu sisipkan, seberapa banyak mereka membagikan postingan kamu, berapa banyak yang menyukai dan mengomentari postingan yang kamu buat.

Misalnya saja kamu membuat sebuah postingan satu minggu yang lalu, maka postingan kamu mungkin sudah tidak ditayangkan lagi. Mengapa? Selain karena jumlah like, share, and comment yang menurun, juga dikarenakan LinkedIn lebih suka konten – konten terbaru dan selalu fresh untuk para penggunanya, sehingga postingan lama kamu tidak ditayangkan lagi.

2. Adanya batasan jumlah karakter disetiap post

Sekali posting, kamu hanya bisa membuat tulisan sebanyak 1300 karakter. Jadi kamu tidak dapat menulis terlalu banyak jika menggunakan LinkedIn post. Karena memang LinkedIn post hanya digunakan untuk berbagi info atau pengalaman yang dapat ditulis dan dibagikan secara instan.

3. Tidak ada formatting tools

Saat kamu ingin menulis di LinkedIn post, kamu dapat langsung menulis begitu saja. Jika kamu ingin menambahkan media, kamu tinggal klik ikon yang bergambar foto, video, atau dokumen untuk mengunggahnya. LinkedIn post tidak ada pemformatan khusus seperti pengaturan teks layaknya dalam sebuah blog.

B. LinkedIn artikel

1. Artikel akan terus populer

Setiap artikel yang telah di terbitkan, maka akan muncul di bagian bawah profil kamu. Jadi setiap orang yang membuka profil LinkedIn kamu, mereka akan dapat membacanya dan artikel tersebut akan terus ada kecuali kamu sendiri yang menghapusnya.

Setelah mereka membaca salah satu artikel milikmu, maka LinkedIn akan menyarankan artikel lain yang sudah kamu publikasikan sebelumnya. Jangkauan artikel yang kamu publikasikan sangat luas. Tak hanya dapat dibaca oleh rekan – rekan LinkedIn saja. Namun juga dapat dicari di mesin pencari Google.

2. Batasan jumlah karakter lebih banyak

Jika kamu memutuskan untuk membuat artikel, kamu diberikan batasan jumlah tulisan sebanyak 125.000 karakter dalam satu kali penerbitan artikel. Hal ini jauh lebih banyak dari LinkedIn post yang hanya 1300 karakter disetiap kali posting.

Dengan jumlah karakter yang lebih banyak, maka kamu bisa menulis secara mendalam mengenai keahlian profesional kamu, bagaimana kamu melewati tantangan, peluang, dan berbagi info mengenai tren terbaru dalam dunia profesional kamu.

3. Ada formatting tools yang dapat digunakan

Saat kamu menulis artikel, kamu dapat melakukan pemformatan pada teks sesuai kebutuhan kamu, apakah tulisan akan dibuat dengan bercetak tebal, miring, atau bergaris bawah. Kamu juga bisa menyisipkan gambar, video, slide, tautan, maupun cuplikan kedalam artikel kamu sebagai media pendukung.

Gambar header atau spanduk juga tersedia jika kamu ingin menambahkannya untuk mempercantik dan mendukung kualitas artikel kamu. Hal ini tentu tidak ada di LinkedIn post, yang hanya bisa menambahkan sebuah foto, video, dan dokumen saja.

Apa manfaat menerbitkan artikel di LinkedIn?

Kedua fitur tersebut, baik LinkedIn Post maupun LinkedIn artikel sama – sama dapat digunakan untuk membagikan tulisan dengan rekan – rekan LinkedIn.

Namun LinkedIn post jauh lebih populer digunakan daripada LinkedIn artikel. Mengapa? Ini karena LinkedIn post lebih mudah untuk dibuat, lebih cepat untuk dikonsumsi oleh lingkaran koneksi. Namun kelemahannya, LinkedIn post hanya ditayangkan untuk beberapa waktu saja sampai postingan kamu benar – benar tidak ditayangkan lagi.

Berbeda dari Linkedin post, Linkedin artikel memiliki beberapa kelebihan seperti misalnya.

  1. Kamu suka menulis? Linkedin artikel bisa menjadi salah satu media yang tepat buat kamu untuk menyalurkan hobi menulis kamu.
  2. Dengan menerbitkan artikel secara konsisten dan terjadwal, akan meningkatkan reputasi profesional dan popularitasmu.
  3. Linkedin artikel juga bisa sebagai tempat untuk memamerkan keahlian profesional kamu. Kamu bisa bercerita mengenai pengalaman dalam dunia kerja atau dunia bisnis, apa yang kamu hasilkan, dan apa yang kamu bisa lakukan.
  4. Jika kamu memiliki bisnis yang membutuhkan jangkauan pemasaran yang lebih luas, menulis artikel di LinkedIn dapat juga menjadi pilihan. Dengan menerbitkan artikel secara rutin, kamu akan lebih banyak mendapatkan pengikut baru dan kamu dapat memperkenalkan merek atau produk kamu kepada mereka.

Bagaimana cara membuat artikel di LinkedIn?

1. Pertama, kamu harus login ke akun LinkedIn kamu melalui desktop. Karena membuat artikel melalui aplikasi LinkedIn di Android tidak dapat dilakukan. Oke, Jika kamu sudah berada di halaman beranda, silahkan pilih “Tulis artikel”.

2. Maka nanti akan muncul halaman seperti pada gambar.

Nah, disinilah kamu akan menulis artikel. Silahkan masukkan gambar header yang sudah kamu siapkan. Ini memang opsional, tetapi akan lebih menarik jika kamu menambahkan gambar header yang sesuai dengan topik bahasan kamu.

Lalu kedua, masukkan judul artikel. Buatlah judul yang mewakili isi dari artikel yang kamu  buat dan tentunya menarik.

Ketiga, kamu bisa mulai menulis. Atau jika kamu sudah menyiapkan tulisan dalam bentuk word, kamu bisa menyalin dan menempelkan nya disini. Jangan lupa batas maksimal jumlah tulisan di sini hanya sebesar 125.000 karakter.

Keempat, jika kamu ingin menyisipkan gambar, video, slide, atau lainnya kedalam artikel kamu, silahkan klik pada ikon kecil pada sisi kiri tulisan kamu. Nanti akan muncul sejumlah tools yang dapat digunakan untuk menyisipkan media yang kamu butuhkan.

Kelima, jika kamu sekiranya membutuhkan formating teks khusus, maka kamu dapat menggunakan formatting text tools yang sudah tersedia. Letaknya berada di atas gambar header.

Keenam, jika semuanya sudah dirasa cukup dan siap publish, selanjutnya klik “terbitkan” untuk lanjut ke step selanjutnya.

3. Jika kamu sudah mendapatkan tampilan seperti pada gambar, saatnya kamu menambahkan sedikit cerita pada artikel kamu. Tambahkan beberapa kata saja yang mewakili inti dari artikel kamu.

Jangan lupa tambahkan hashtag relevan, tepat, dan paling populer supaya artikel kamu dapat menjangkau pembaca yang lebih luas dan tepat sasaran. Setelah itu klik “Terbitkan” untuk menerbitkan artikel kamu.

4. Nah, sekarang artikel kamu sudah terbit. Kamu bisa langsung membagikannya ke beberapa sosial media seperti Facebook, Twitter, maupun grup LinkedIn kamu.

Selain itu kamu juga bisa mengirimkan artikel kamu secara langsung kepada orang yang kamu tuju melalui “kirim pesan”. Atau kamu mungkin lebih memilih untuk membagikan sendiri artikel yang sudah kamu publish melalui tautan, kamu bisa mendapatkannya dengan klik “dapatkan link ke artikel ini”.


Itulah pembahasan mengenai LinkedIn artikel.

Kamu bisa memanfaatkan fitur tersebut untuk mempublikasikan karya tulis kamu ke lingkaran orang – orang profesional sekaligus sebagai media untuk menaikkan eksistensi kamu sebagai salah seorang profesional.

Jika kamu orang yang tidak terlalu suka menulis, tetapi tetap ingin berbagi info, pengalaman, atau apapun itu, kamu bisa menggunakan fitur LinkedIn post untuk memposting tulisan kamu secara singkat dan cepat.

Pada intinya, baik LinkedIn post maupun LinkedIn artikel, keduanya memiliki manfaat yang cukup penting untuk kamu dan rekan – rekan kamu dalam lingkaran LinkedIn. Silahkan gunakan keduanya dengan bijak.

Kategori:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *