Hi, aku yudha, admin bukugue.com. Aku bingung mau nulisin apa aja di bagian ini.

….

Awalnya blog ini bukan pakai domain bukugue.com, aku punya blog yud*********.com, jadi blog tersebut udah lumayan bertrafik, tapi karena kepanjangan nama domainnya, aku pikir mau pindah domain ke yang lebih pendek.

Jadi waktu itu bingung milih nama domain apa, karena blog ini membahas semua topik, gado-gado gitu. Akhirnya aku belilah domain bukugue.com , karena tulisannya ga punya topik tertentu dan penulisnya aku sendiri.

….

Aku sendiri pendatang baru, aku ga punya kekuatan apa2 kalo ngomongin semua topik. Sebagai contoh, sekarang kalo ngomongin kesehatan, ada blog dokter seperti alodokter, dstnya, kalo ngomongin masalah lifestyle dan hidup serta asmara, blog seperti hipwee, dll udah jadi raksasa di topik tersebut.

Jadi kalo blog ini harus survive, aku harus ambil niche yang lebih kecil dan pesaingnya belum segede2 blog tsbt.

Alhasil, alhamdulillah blog ini bisa sampai dapat trafik 15ribu pengunjung perhari.

Aku pun senang, profit mulai banyak, aku bisa pakai untuk banyak hal, mulai dari pindah ke kost.an yang nyaman misalnya, terus kirim beberapa juta tiap bulan ke mama buat bantu sekolahin adik2, bisa nabung dan mulai ngembangin blog ini dengan nambahin penulis serta aku mulai beli beberapa domain baru untuk dikembangkan.

Aku cuma punya sedikit pengalaman dan usia masih dibawah 25 tahun saat ini (nov 2018).

Waktu itu awal 2018, aku masih usia berapa ya, aku kelahiran 94, jadi memang masih muda, bisa dapat kesuksesan kecil di usia segitu bikin aku lupa diri. Lupa diri disini bukan foya-foya atau yang aneh2 ya, aku lupa bahwa semakin kita keatas, semakin besar angin yang bertiup.

Sebenernya bukan lupa, tapi tidak tau, aku sendiri tau pepatah itu, dari sd smp sma mungkin udah tau artinya, cuma penerapan dalam kehidupan nyata, itu ga pernah kepikiran.

Pas di pertengahan 2018, trafik drop banget, dari 18k perhari rata2 di puncaknya, drop ke 5k rata2 perhari, lebih dari 60% hilang trafik, 70% malahan ya …

Saat itu aku pikir ini pasti ada yang salah dari yang aku kerjakan.

Aku browsing dan baca semua tutorial yang aku bisa baca, coba terapin semua remedy yang di ajarkan, trafik terus turun, sampai di bawah bener2 dibawah banget trafik di 3k perhari, di titik ini bahkan hanya cukup buat makan dan kostan aja (cuma beberapa bulan) untuk biaya blog seperti hosting dan lain2nya ga ada sama sekali.

Untungnya tabungan masih ada (hasil dari sisa ngeblog dibulan2 sebelumnya). Nah uang inilah yang bikin aku bertahan sampe akhir november 2018 ini.

Di nov 2018 ini, trafik baru mulai naik, dan berangsur membaik ke 6k perhari (di november 2018).

Ok, sekarang balik lagi ke pepatah yang aku sebutin sebelumya. Semakin tinggi pohonnya semakin besar angin yang menerpa.

Jadi ya itu tadi, trafik blog ini pas lagi dipuncak itu sampai di titik 18k-20k pv perhari, atau hampir 600k pv perbulan, perkiraanku sih bisa capai 1juta trafik perbulan dengan beberapa artikel yang aku udah rencanakan dan research. Tapi nyatanya jatuh semua.

Ini karena di titik itu, persaingan mulai tidak sehat (ga ada titiknya sih sebenernya, klo topik blognya niche agama islam mungkin ga akan ada yang beginian), percobaan hack berkali2 kalo liat statistik security plugin. Terus yang parah itu adalah “negative seo attack”. Jadi ada pesaing yang ga suka, dan mulai share situsku ke situs2 spam dan [email protected], lalu linknya ditanam dengan anchor2 [email protected], anchor2 keji yang semua nya bertujuan menjatuhkan reputasi situs dimata mesin pencari seperti google, bing, dstnya.

Aku ga sadar waktu itu, aku masih coba cari kesalahan yang mungkin aku lakuin di situs ku sendiri, sementara serangannya bukan hanya di internal situs ini, tapi serangan reputasi negativ diluar situs.

Aku baru sadar di bulan 9 2018, yup cukup lama buat sadar. Itu karena aku ga kepikiran untuk jahatin sainganku, aku juga ga kepikiran kalo ada orang yang rela2in keluar dana dan waktu cuma untuk ngejahatin situsku sendiri. Karena aku juga cuma cek apa yang salah “didalam” situs ini, jadi yang terjadi diluar ga keliatan.

Nyatanya yang salah memang bukan di dalam situs ini.

Setelah aku coba cek beberapa situs pesaing yang pernah bertengger di laman 1 google untuk beberapa kata kunci yang aku monitor, itu ternyata ada situs lain (1 situs lain) yang terjun payung nya lebih parah dari aku, bahkan klo liat dari rank alexanya, situs tersebut ga sampe dapet 1k pv perhari yang awalnya situs tsbt sebelas dua belas dengan bukugue.com.

Dan aku liat juga backlink profilenya, ternyata sama, situs tersebut sama dikerjain juga mirip dengan situs ini, link blognya dikirimin ke blog spam dan di beri anchor mulai dari ancor normal sampe ancor yang aneh2.

Aku sendiri sampai saat ini ga bisa tau pemilik situs mana yang sampe main seperti ini. Ini karena kalo 1 jatuh, yang dibawahnya bisa naik semua secara kumulatif. Iy kan. Misalnya rank 1 jatuh ke posisi 10, artinya rank 2 sampe rank 10, berubah dan naik ke rank 1 sampe rank 9.

Bisnis adalah dunia kejam sodara2. Gelap banget. Hahaha..

Niche yang aku pilih (topik tulisan di blog ini) itu bukan niche besar seperti niche tekno dan android atau niche profitable seperti nicha keuangan, saham, dstnya.

Jadi nichenya cukup kecil dan nilai iklannya juga kecil sebenernya, tapi ternyata di niche kecil seperti ini asalkan ada profit yang bisa di raup, orang bisa berbuat segala cara. Aku ga bilang semua pesaingku seperti ini, aku rasa hanya ada 1 atau 2 yang begini, cuma ya itu tadi, aku ga akan jadi orang naif lagi, setidaknya di dunia blogging.

Disini aku belajar arti kata pepatah tadi. Aku mulai liat dimana kesalahanku. Sejak aku dapat penghasilan lumayan, yang aku fokusin adalah internal situs ini, aku cari penulis, lalu aku cuma perlu jadi editor, dan aku mulai bangun blog baru.

Kesalahanku disini adalah, tidak memperhatikan reputasi situsku saat itu dimata search engine, tidak memperhatikan apa yang kompetitor lakukan untuk website mereka atau memperhatikan apakah mereka ngelakuin yang aneh2 ke website ini. Kita boleh aja selalu berpikiran positif dan bersaing secara sehat, tapi jangan 100% percaya kalo orang lain juga berpikiran yang sama.

….

Google memang udah berkembang pesat jika dibandingkan beberapa tahun yang lalu, google juga udah mengimplementasikan A.I (artificial intelligence) (rank Brain) ke search engine mereka (setauku), tapi A.i  ini masih belum bener2 bisa mikir (sepengahuanku), belum bisa seperti manusia, jadi untuk nge-ranking sebuah website, ada banyak faktor yang jadi pertimbangan, misalnya seberapa baik otoritas website tersebut ditopik tertentu, backlink, site speed, dan banyak lagi.

Nah backlink ini yang bisa di manipulasi, kalau misalnya blog ini diberi backlink bagus, maka otoritas dan reputasinya akan semakin bagus, sebaliknya, kalau di beri backlink yang negativ, ya itu tadi, bisa kena drop trafiknya. Walaupun googler sendiri udah wanti2 dan sebutin bahwa backlink negativ seperti ini tidak akan dijadikan bahan pertimbangan oleh system, karena biasanya memang dilakuin oleh kompetitor dengan tujuan menjatuhkan. Tapi seperti kasusku ini sebenernya, Baik itu system google dan A.i nya bisa salah (melewatkan sesuatu) dikondisi tertentu. Jangankan AI, manusia aja bisa salah, apalagi system yang saat ini masih didalam tahap pengembangan.

……

Dari moz rank, situs ini memiliki densitas 24% SPAM, bayangin aja, aku ga pernah manipulasi backlink sebelumnya, harusnya backlink ku sedikit, dan SPAM score di 0%, dalam kenyataan pas cek, backlikku melimpah (dari website spam) dan spam score sampe 24%, dan anchor text yang aneh2 terdeteksi disana.

……

Ok, ini udah ngomongin masalah teknikal kelewat panjang. Aku pun ga tau point pentingnya ngomongin hal ini disini. Curhat maybe.. 😀

Jadi blog ini dimulai hanya dari blog pribadi yang bahas masalah2 simple, dari sana berubah ke bukugue.com , masih bahas masalah simple, lalu ber-evolusi, nambah penulis, ber-evolusi lagi dengan menekan topik ke niche yang lebih sempit (saat ini niche sosmed dan email).

Di titik ini, aku hanya bisa fokus ke blog ini, dan sambil jadikan blog2 ku yang udah terlanjur dibeli itu side project, aku ga berharap banyak dari sana.

Ada banyak pelajaran yang bisa aku ambil. Mulai dari pelajaran hidup hingga pelajaran blogging. Aku sendiri sampai saat ini ga pernah berniat main aneh2 atau ngejahatin situs sainganku. Ini karena prinsip yang diajarin orang tua dari kecil, makan makanan yang halal. Bersaing boleh, optimasi silahkan, asalkan ga ngelakuin hal negatif ke kompetitor. Ini kayak jualan dipasar, promosi silahkan, muji2 toko sendiri silahkan, tapi klo sampe nyebarin rumor negatif bahkan fitnah tentang toko sebelah, ini yang jangan harusnya. Ini ga hanya bertentangan ke agama, tapi etika juga harusnya.

Well… Disini aku hanya bisa berusaha bangun kembali reputasi positiv, belajar optimasi internal blog dan external blog, dan belajar outreach untuk bangun koneksi dan reputasi positf dengan backlink yang baik. Semuanya bertahap memang. Ada banyak penyesalan dalam hal ini memang, seperti yang aku bilang sebelumnya, aku naif banget. Naif banget, ga cuma dimasalah bisnis, bahkan di kehidupan nyata.

Sudahlah, ini bukan blog pribadi lagi harusnya, entah kenapa masih aja pengen curhat disini. Well, thats it from me. Mungkin segelintir kisah perjalanan blog ini bisa jadi bahan pertimbangan dan pembelajaran bagi yang baca. Stay safe dan jauhi narkoba. 😀